Home  / Ekbis
Ini Bukti Betapa Derasnya Impor Laptop di Indonesia
Minggu, 9 September 2018 | 11:41:38
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memberlakukan kenaikan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap impor laptop, dari sebelumnya 7,5% menjadi 10%.

Hal itu pada ujungnya akan berdampak pada kenaikan harga laptop impor di pasar nasional. Tujuan akhir, tak lain adalah untuk menekan impor komputer lipat itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Laptop adalah barang konsumsi yang paling banyak diimpor setelah beras. 

Impor laptop periode Januari-Juni 2018 tercatat mencapai US$ 550,15 juta (Rp 8,19 triliun) atau naik 27,7% dibandingkan dengan Januari-Juni 2017 US$ 430,74 juta.

Nilai tersebut masih di bawah impor beras yang pada periode sama tercatat US$ 569,83 juta. 

Namun, impor laptop juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan impor apel yang sebesar US$ 235,02 juta, dan juga impor daging yang hanya US$ 246,49 juta.

Laptop memang termasuk penyumbang besar bagi impor barang konsumsi, di mana pada 2017 nilai impor laptop total mencapai US$ 924,43 juta. 

Nilai itu jauh lebih besar dari impor telepon selular yang pada 2017 sebesar US$ 416,72 juta dan AC US$ 239,41 juta. 


(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Rizal Ramli Sebut Kebijakan Impor Beras Aneh: Hanya Untuk Hidupkan Mafia
Dear Pak Buwas, Ini Jawaban Mendag Soal Impor Beras
Bahaya! Pembatasan 500 Barang Impor Bisa Picu Sanksi WTO
AS Tuduh 22 Importir China Selundupkan Barang Palsu
BPS Sebut Nilai Impor Riau Turun 47,91 Persen

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad