Home  / Ekbis
Anwar Nasution: Omong Kosong Fundamental RI Kuat!
Minggu, 9 September 2018 | 11:34:10
(dok. Humas Universitas Brawijaya)
Foto: Anwar Nasution
JAKARTA - Ekonom senior yang juga mantan Depuri Gubernur Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution menilai sikap pemerintah yang kerap kali menyebut fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat menahan gejolak eksternal dianggap hanya bualan belaka.

Nilai tukar rupiah yang cukup rentan bahkan hampir menembus level Rp 15.000/US$ jadi salah satu indikator bahwa fundamental ekonomi tersebut belum kuat. 

"Fundamental ekonomi kita lemah sekali. Bohong pemerintah katakan fundamental kuat. Omong kosong itu," kata Anwar dalam sebuah diskusi, Sabtu (8/9/2018).


Selain itu, indikator yang mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia lemah, adalah dari sisi rasio penerimaan pajak atau tax ratio Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif rendah.

"Tax ratio hanya 10%. Kita sudah 73 tahun merdeka, kapan merdekanya? Utang melulu, minta sedekah melulu. Jadi tangan di bawah. Harus menutup defisit APBN dan neraca pembayaran," katanya.

Hal tersebut, kata Anwar, hanya satu dari beberapa masalah fundamental yang masih dialami Indonesia. Ekspor nasional yang tidak bergairah, juga menjadi penyebab nilai tukar rupiah cukup rentan.

Lantas, Anwar menyebut ekonomi Indonesia saat ini sedang sakit panas. "Sama seperti sakit panas, temperatur hampir 40 derajat celcius. Obat paling ampuh bukan lagi Panadol, bukan lagi Tolak Angin, tapi anti biotik yang paling kuat supaya turun," katanya.

"Dipaksa itu para eksportir sementara di Indonesia, supaya rupiah mereda. Baru secara perlahan, ekspor juga ditingkatkan," ungkap mantan Ketua Badan Pemeirksa Keuangan (BPK) itu.


(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Singapura Bekukan Izin Usaha Agen Tenaga Kerja yang "Jual" PRT Indonesia di Online Shop
9 Parpol Kampar Bentuk Tim Kampanye Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf Amin
Singapura Selidiki ‘penjualan’ Sejumlah ‘PRT Indonesia’ di Situs Niaga
Sejarah Membuktikan, Papua Adalah Indonesia Sejak Proklasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Badai Mangkhut Terjang Indonesia, Ini Dampak yang Akan Ditimbulkan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad