Home  / Ekbis
Produksi Karet Berpotensi Turun 60%, Apa Penyebabnya?
Senin, 12 Februari 2018 | 19:58:51
ilustrasi
MEDAN - Produksi karet alam Sumatra Utara diproyeksikan turun 60% hingga semester II-2018 . Penurunan produksi itu terjadi seiring dengan mulai masuknya masa gugur daun tanaman karet petani.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara, Edy Irwansyah mengatakan, proses gugur daun ini sudah terjadi sejak akhir Januari lalu. Saat ini, sekitar 80%-90% tanaman karet di Sumut mulai mengalami gugur daun.

"Selama musim gugur daun, produksi karet alam petani yang dipasok ke pabrik-pabrik akan turun sekira 60%," kata Edy, Senin (12/2/2018).

 Baca juga: Pembatasan Ekspor Dongkrak Harga Karet 5%

Proses gugur daun ini, lanjut Edy akan berlangsung secara bertahap selama tiga bulan. Produksi kemudian akan kembali normal dalam enam bulan ke depan.

"Jadi tiga bulan gugur daun, dan tiga bulan kemudian untuk masa pemulihan (recovery). Selama proses gugur daun dan recovery, produksi turun 60%," jelasnya.

Edy tidak bisa memperkirakan berapa total produksi karet di Sumatra Utara. Karena pabrik-pabrik karet di Sumut juga memproduksi karet alam hasil produksi daerah lain di sekitar Sumut.

"Secara total, produksi dari pabrik-pabrik karet kita di Sumut sekitar 450 ribu ton," papar Edy.

Untuk harga, lanjut Edy, sejauh ini belum terpengaruh akibat penurunan produksi tersebut. Apalagi pasokan dari negara produsen karet lainnya, yakni Thailand dan Vietnam, tengah cukup banyak.

"Harga ekspor sekarang masih normal, sekitar USD1,49 per kg. Ini masih lebih rendah dibandingkan harga rata-rata ekspor tahun 2017 yang mencapai USD1,65 per kg. Namun lebih tinggi dari harga tahun 2016 yang hanya USD1,37 per kilogram. Untuk harga bahan olahan karet di tingkat petani sekitar Rp6.000-Rp7.000 per kilogram," tandasnya.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Terindeks SCOPUS, 605 Penulis Paper dan Pertama di Indonesia
Soal SK Termin Proyek 100 Persen, Bupati Tugaskan Asisten Kaji Usul Agus Salim
60 Dosen Ikuti Workshop WMA yang Digelar Universitas Budi Luhur dan KO2PI
Bekerjasama Dengan PT Palindo Marine Shipyard, Bakamla RI Produksi KN Tanjung Datu
Untuk Membangun Kebun Inti PT Tasmapuja Dituding Tipu Masyarakat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad