Home  / Advertorial
Pengurus LAM Siak Masa Bakti 2018-2023 Resmi Dikukuhkan
Jumat, 9 Februari 2018 | 08:44:02
Diskominfo Siak
Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak masa bakti tahun 2018-2023 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum LAM Riau Datok Al Azhar di Gedung LAM Riau Kabupten Siak, Kamis (08/02/18).
SIAK, riaueditor.com - Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak masa bakti tahun 2018-2023 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua umum LAM Riau Datok Al Azhar di Gedung LAM Riau Kabupaten Siak, Kamis (08/02/18).

Dari Hasil musyawarah yang dilakukan oleh pengurus LAM Riau Kabupaten Siak beberapa waktu lalu, terpilihlah H Nazir Khatan sebagai Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kabupaten Siak.

Acara itu, dihadiri Ketua Umum dan Pengurus Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Datok Al Azhar, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Wakil Bupati Siak H Alfedri, Pengurus LAMR prop Riau, tokoh agama, tokoh adat pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Siak, anggota DPRD Siak, unsur Forkopimda kabupaten Siak dan undangan lainnya.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Datok Al-Ashar mengatakan, arus globalisasi kedepan sangat berdampak kepada pergeseran nilai-nilai budaya. Oleh karena itu LAM sebagi lembaga adat mampu menjaga nilai-nilai tersebut ditengah-tengah masyarakat.

"Melayu kedepan ditentukan oleh seberapa kuatnya budak melayu, yang mampu mempelajari kemelayuan itu sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, dimana lagi tempat untuk bertanya, tempat belajar, kalau bukan di lembaga Adat melayu. Kemudian, makna penting dari lembaga adat ini ialah, memelihara hasanah, kekayaan, dan menyambungkan harta kekayaan yang ditinggalkan di masa lalu itu kepada masa kini dan masa depan.

Sementara itu, Bupati Siak Syamsuar selaku Datuk Setia Amanah mengatakan, bahwa keberadaan lembaga adat, terlebih Lembaga Adat Melayu Riau, sangat penting dan strategis peranannya dalam turut mensukseskan pembangunan daerah. Pasalnya, lembaga adat amat berpengaruh dalam mengatur tatanan masyarakat yang lebih baik.

Terbentuknya Lembaga Adat Melayu Riau merupakan buah pemikiran dari perlunya dibentuk perkumpulan pemuka adat Melayu Riau yang betujuan menggalang persatuan, kesatuan, pendapat dan pikiran serta membangkitkan batang terendam yang diwariskan oleh para pendahulu di Provinsi Riau ini.

"Batang terendam itu ialah jati diri dan Identitas Kebudayaan Melayu dalam dinamika ke-Indonesia-an, yang dimiliki masyarakat melayu Riau," terang Syamsuar.

Syamsuar juga menyampaikan tantangan kita saat ini cukup berat, terutama degradasi moral masyarakat, akibat pengaruh globalisasi serta ancaman kerusakan akhlak generasi muda. Generasi sekarang dan dimasa yang akan datang dipengaruhi budaya barat berdampak negatif serta bahaya narkoba dan LGBT.

"Narkoba merupakan musuh kita bersama, pemerintah telah mencanangkan saat ini darurat narkoba. Tentunya ini merupakan ancaman bagi generasi kita, melalui lembaga adat ini. Kita bisa berbuat dengan menanamkan nilai-nilai budaya melayu pada generasi kita," pungkasnya.

Turut hadir saat itu, Wakil Bupati Siak H Alfedri, Pengurus LAMR prop Riau, tokoh agama, tokoh adat pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, anggota DPRD Siak, unsur Forkopimda kabupaten Siak dan undangan lainnya. (man)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tak Masuk Rekomendasi Ulama Kemenag, Ini Kata Ustaz Somad
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, Tiga Meninggal, Dua Kritis
Tugas Menteri Itu Buat Rasa Nyaman Umat Beragama
Potensi Masalah dari Rekomendasi 200 Nama Mubalig oleh Kemenag
Momen Cristiano Ronaldo Ucapkan Assalamualaikum kepada Khabib, Menyejukkan Hati

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad